:)

Chat malam ini dengan seorang sahabat yang sedang sakit gigi, akhirnya membawa gw untuk posting sesuatu yang sempat tertunda πŸ™‚

She said…

Senyum, Nya. Biar orang lain senang berada di sekitar lo. Dan Allah akan mempermudah masalah lo karna lo sudah membuat orang lain senang πŸ™‚

Exactly! πŸ™‚ *Walopun gw beda banget sama si neng satu ini, kok kadang gw suka beresonansi sama orang ini, ya mungkin yang ini kebetulan salah satunya :p

Gw pernah berniat menulis ini tapi gak kesampean aja…dan tiba-tiba ada inspirasi lagi buat nulisnya…tentang membuat orang lain bahagia.

Betapa terlalu seringnya gw mengeluh (oops…delet postingan sebelum ini dulu ah, malu ;)) atas keadaan yang gw alami…untuk saat ini dengan umur seperti ini mostly masalah percintaan dan pekerjaan – memang masanya πŸ™‚

  1. Mau dibawa kemana hubungan kita?
  2. Kenapa kerjaan gw berat banget sih helooo? Dan gada yang ngerti kecuali r*ko kayaknya

Mau dibawa kemana hubungan gue? Kemana otak lo? Jiah… Lihat ke bawah, masalah percintaan orang lain masih banyak yang lebih rumit. Pasangan-pasangan yang terlihat bahagia? Yakin gitu lo suaminya gak main gila di luar? Orang lain punya masalahnya, gw juga punya masalah gw —> ah ini jadi curcol, ga ada korelasinya sama postingan ini

Next, masalah kerjaan. Yes I do have a tiring job…but I earn my money there… tidak banyak, tapi berlebih dari yang gw perlu (means gw bisa nabung dan beli ini itu, gak perlu muna). Gw alhamdulillah bisa fitness di tempat yang lumayan mehong walaupun setelah 4 bulan berencana bakal berhenti karena pikir-pikir boros juga yee :p. Dan apa pelajaran (selain olahraga) yang gw dapat di tempat fitness? Tersenyum πŸ™‚

Tersenyum dan berterima-kasih khususnya sama mas penjaga towel counter. Kenapa ini pelajaran buat gw? Karena si mas penjaga towel counter terlihat sangat bahagia dengan pekerjaannya… masa iya gw misuh-misuh terus sama kerjaan gw…kan malu 😦 Dengan berterima kasih dan tersenyum semanis mungkin setiap minjem dan ngembaliin handuk, entah kenapa gw merasa hari gw lebih baik hari itu πŸ™‚ Karena niat gw saat itu membuat hari si mas lebih bahagia (dengan tersenyum), dan membuat dia merasa pekerjaanya bermanfaat (dengan terima kasih). Sori-kalo-lebay, tapi itulah yang terjadi. Ngambil dan ngembaliin handuk adalah satu “it” moment tiap gw fitness πŸ™‚

Concern tersenyum ini akan lebih terkait ke keluhan gw tentang kerjaan kali ya… Satu cerita lagi dari waktu gw harus mengalami one day business trip Jakarta-Surabaya-Jakarta yang mana pesawat pulangnya delay gila. Capek sumpah… bawaannya pengen misuh-misuh capek. Tapi apa yang gw liat di bandara? Porter, supir taksi, dan anekaragam pekerjaan yang gak kenal “jam kerja”. Yap, kerjaan gw gak ada apa-apanya πŸ™‚ All I could do that night was smiling to them, senyum waktu papasan dan ketemu mata lah…dan berharap kerjaan mereka bisa lebih berkah seterusnya.Β 

More about smiling, hari senin lalu gw mengalami hari yang cukup melelahkan…yes indeed karena kerjaan. But I felt like smiling all the time πŸ™‚ Dan kuncinya apa? Dari pagi gw senyum-senyum terus, gak peduli dikatain lagi jatuh cinta (yaelah, jatuh cinta sama tembok apa?) Gw hanya merasa pengen senyum terus hari itu, bahkan gw menyapa orang-orang divisi yang paling gw benci di kantor dengan “Selamat pagi teman-teman ********” dan tersenyum semanis mungkin. And it made my day supergreat!

Susah sih kalo emang lagi futur ato lagi “hilang akal”, makanya kalo lagi inget…tersenyumlah πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s